Pelangi
Datang,
Menghias langitku, membias haru, ajak rinduku bertemu
Biar, biarkan aku hanya menikmati warna cerahnya
Dan biarkan aku menatap indah suwarga.
Pelangipun bias, aku tertegun;
Pergi..
Datang,
Aku tersenyum menatap, mataku tak kubiarkan pejam meski untuk sejenak
Biar, biarkan aku menikmatinya seperti yang lain
Karena dia pasti bukan untukku
O’ siapa tahu?
Kau-lah yang Maha Tahu
Sang pelangi pun berlalu
Berhari, malam telah kunanti
Kutunggu hujan panas berhenti
Waktu pelangi meniti bumi
Biar, biarkan aku mendamba sinarnya
Sekedar memberi arti bagi hati sepi
Datang,
Kusambut dan kujelang riang
Kunyanyikan sejuta angan dan impian
Bersama sajak dan kidung insan
Dan, biarkan aku mengenalnya seperti yang lain
Dan, izinkan aku menatap indah suwarga
Pelangikupun tersenyum dan pergi lagi
Kini, untuk yang kesepuluh
Hungga yang keseratus kali
Sam
Jakarta, 3 – 11 May 200