The Syanditra : Syamsul Windi Putra

Sekitar Pukul 4 sore akhirnya sampe juga di depan rumah nyokap yang adalah salah satu korban banjir terparah. Air diperkirakan masuk mencapai 2 meter tingginya.

Yang kemarin aku lihat adalah seperti tempat pembuangan sampah, karena
tidak ada satupun benda/barang yang tampak di depan mataku itu sebagai benda/barang yang masih terpakai.

Semua benda/barang tertutup lumpur, bahkan didepan pagar rumah ada bangkai bayi kucing yang menimbulkan bau amat sangat menyengat. Aku tidak sanggup masuk ke dalam rumah. Cukup di depan saja, menahan diri untuk tidak menangis, karena aku sendiri tidak bisa berbuat apa-apa. Mesin pompa air, mati. Jadi, tidak ada yang dapat kita lakukan selain memunguti baju-baju yang terendam lumpur dan memasukkannya dalam bak/ember besar untuk kemudian dibawa ke rumah (oma ku - tempat tinggal sementara orangtuaku) untuk dicuci disana.

Kulkas, mesin cuci, microwave, tivi teronggok bgitu saja dengan lumpur yang masih menempel disana-sini. Menurut tetangga depan rumah, yang kebetulan punya toko elektronik, bilang kalau untuk barang-barang elektronik yang terendam begitu sebaiknya didiamkan terlebih dahulu sampai kering baru dicoba dinyalakan. Kalau sudah kering, dan dinyalakan tapi tidak bisa baru dibawa ke tukang servis. That's a tips then.

Halaman depan rumah bak sebuah got kering. Dengan permukaan tanah yang mengering, mengelupas. Dan BAU!

Semoga ada bantuan dari beberapa orang terdekat yang mau turut membersihkan rumah kami dengan sukarela. Karena yang tersedia hanya Papa saya yang tidak muda lagi, Mama, Pembantu saya, ... yang lain sudah bekerja di kantor. Adik saya, Windu; dan Kakak saya, Intul.

Untuk menunggu another weekend, duh kayaknya kok kelamaan yaa...

HELP PLease....


galaxi wrote on Feb 12, '07
turut berduka ya..be tough sis.. ane di ciledug juga soalnya, komplek kimia farma.
smoga semua sehat2 saja.
windiaja wrote on Feb 13, '07
wah makasiy yaa atas atensi dirimu, mangnya kamu smana banjirnya?
ardanti wrote on Feb 6
baru baca blog yg ini Win ...

kalau dulu, kami ada meminta bantuan jasa orang lain yg lebih kuat dan kemudian dibayar. Simbiosis Mutualisme ^_^
windiaja wrote on Feb 10
gitu yaks..
;p

duh kejadian lagi dey..kemarin
meski ga stinggi yang ini tetep ajahhh
kdu kerja baktiiii
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help