The Syanditra : Syamsul Windi Putra

Blog EntryPro Kontra ASIP (ASI Perahan) From Other MomFeb 27, '08 9:01 PM
for everyone

BErikut summary dari pertanyaan yang aku kirim ke milis ibu2 Funky yang aku ikutin dan Momies Indonesia:

 

Windi Wrote:

aku siy emang ga meragukan yg namanya ASI ini lahh ciptaanNYA jeh..

nah, yg aku bingungin itu siy reaksi dari ibu2 produk yang "kurang tau"

yg tetep berfikir klo sufor itu lebih OK lebih dan lebih dey..

 

secara aku kan tinggal seminggu lagi niy klar ASI eksklusif tapi klo

produksinya smakin berkurang yaa..nah mumpung ada tmenku yang nawarin

ASIP yg melimpah-limpah (sayang kan kebuang) aku lgs ajah minta ke dia

utk tabungan in case ASI ku bener2 ga cukup...at least kan klo dah makan

kebutuhan ASI ga terlalu demanding gitu dey

 

nah justru tanggapan dari orang2 dekatku tuh sangat mencengangkan:

"Ngapain siy pake minta2 ASI orang..kasi ajah Sufor"

"Udahh beliin ajah Susu kenapa siy???? Daripada kasih ASI dari orang? Ga

kenapa2 tuwh?"

"Nanti klo ibu itu pny penyakit gimana? Nularin gimana?"

duh, duh...raada gimanaa gt nanggepinnya

disatu sisi siy mereka perhatian ya...

tapi disatu sisi kita kan punya pandangan beda-beda..

 

gimana ya moms,

kasih penjelasannya

klo menurut moms sndiri..dapet ASI Dari orang lain gimana?

 

==============================================

 

Andiana wrote:

IMHO, kenapa gak kalo dapet ASI dari orang lain? dalam agamaku, nabi muhammad pun disusui oleh orang lain, kan? akupun sempat menyusi anaknya sodara (yang usianya dengan umar cuman beda 3 bulan). Jadi kenapa gak? gara2 nayla (ponakanku itu) aku susui, tingkahnya jadi petakilan sama kayak umar...eh, ngaruh gak sih?hehehehe

 

kalau ASI aku kurang, dan ternyata orang lain ASInya melimpah, aku juga akan minta.. gak masalah... memang sih dilihat juga makanan yang di makan ibu itu bergizi apa gak? trus merokok apa gak? yaaa..memang sih ngambil ASInya "dengan catatan"...

 

umar hanya "kecolongan" 3 hari pertama doang pas dia lahir. itu dikasih ama sponsornya si bidan..sebel deh...

 

dari usia 1 tahun, umar paka susu UHT atau pasteurisasi. sebelum setahun, full ASI. terbukti, sejak setahun itu umar gak pernah kedokter kecuali imunisasi....

 

ASI keren kan?

 

Sufor? makasih deh...a big no no!

 

-andiana-

 

 

=======================================

 

Uci Wrote:

 

Dear Mom Windianingrum,

 

ASI donor lumrah kok diberikan..

Klo memang amu bisa cari info di klinik laktasi terdekat..

 

Klo di LN sana ada yg namanya bank ASI..nah asi yg didonorkan itu ada

syarat2nya juga...

 

Klo di Indonesia sini setauku di kliniklaktasi klo mo donor ASI blum

ad aturan yg baku.. asal si pendonor juga 'tau diri' aja mnjaga asupan

makanan yg masuk.. dg ga ngerokok ga minum minuman keras de el el..

 

Uci mamaKAvin+ija

 

====================================

 

Mom Rezia wrote:

 

Dear mommies,

 

untuk masalah donor ASI, bisa baca artikel dibawah ini aja kali ya, diambil dari

http://aimi-asi.org/index.php?option=com_content&task=view&id=61&Itemid=1

 

Salam,

Rezia

 

==========================

 

Amelita wrote:

 

Dear Mommies ...

 

Just sharing what I know ... Dalam Islam, hubungan saudara

sepersusuan, sepanjang yang saya tahu, hukumnya, jika 5 kali menyusui

sampai kenyang pada seorang Ibu akan menjadikan bayi tersebut "anak

susuan" dan ibu susunya beserta anak-anaknya semua menjadi mahramnya

si bayi susu, dan dikemudian hari tidak boleh dinikahi. Ini kembali ke

madzab atau fatwa apa yang di-ikuti oleh ibu + bapak si bayi. Masalah

mengambil ASI dari donor ASI tanpa diketahui sumbernya (walaupun sehat

dsb), bisa menjadi masalah dimasa depan kalau si anak ketemu dengan

anaknya donor ASI dan ingin menikah, atau bahkan sudah menikah.

 

Ada kejadian disini, sepasang suami istri, sudah menikah lebih dari 10

tahun, punya anak, dsb. Tahu-tahu mereka diberitahu bahwa si suami ini

anak susunya ibu si istri, setelah diselidiki, ternyata benar ... mau

ngga mau mereka harus pisah. Sedih kan ?

 

Wasalam,

Amelita, Riyadh.

 

=========================== 

 

Ilna Wrote:

 

Ikutan aaaahhh

 

Kalo aku pribadi, in case nih nanti asi ku gak memenuhi kebutuhan anak, in case ternyata mempertimbangkan donor asi, kemungkinan juga akan bersikap sama. Well, asi is always the best, gak ada yang akan pernah bisa menandingi asi, mendekati pun tidak, tapi utnuk donor asi memang harus selektif jg.

 

Transfer asi dari PD ke botolnya bagaimana ? Kalo meresnya pakai tangan, tangannya bersih gak ? Si ibu saat itu flu gak (bersin gak? Kan virus jg tuh), media penampungannya seperti apa ? Media penyimpanannya gimana ? Banyak hal2 yang diluar kontrol kita sbg penerima donor asi.

 

Jadi sah sah aja ada pertanyaan kayak gitu. Jadi tugas selanjutnya adalah mengajarkan bagaimana sebaiknya proses transfer, penampungan dan penyimpanan yang baik dan sehat. Jadi sangat didukung kalau ada badan yang khusus menangani donor asi, dg begitu asi yang didonorkan telah lolos serangkain fit and proper test. Kalau yang ada skrg kan sidatnya individual bgt, si anu asi nya banyak mau donorin nih ke si itu, si itu gak yakin dengan kualitas si anu dlm menyimpan asinya.

 

Demikian

 

Ilnayuti Sari (ILNA)

 

================================

 

Thanks buat momies yang dah kasih tanggepannya aku smakin yakin utk lebih milih ASI even itu asalnya bukan dari aku, tapi aku pastinya dah tau siapa yang kasih ASI tersebut dan bahwa ASI itu adalah yang terbaik utk anakku...smoga anakku senantiasa diberikan kesehatan. Amin

 

Wanna share more..yukkkss 

 


evanda2 wrote on Feb 27
Wind... jangankan yang mau nerima donor. aku yang mo donor aja diceramahin macem...
Aku sendiri tau diri kok, untuk ngasih sesuatu ke orang lain, apalagi yang menyangkut ASI dan masuk kedalam tubuh .. karena aku sendiri kan memperlakukannya sama untuk anakku sendiri. Ya masa untuk donor jadinya aku pilih yg saat aku lg sakit, atau aku lagi jorok.. ya ga mungkin lahh... mana kepikiran buat gitu.
Semua ikhlas aku lakukan pure untuk ibu2 yang sangat butuh ASI dan mendukung ASI sepenuhnya..
Thanks sudah mempercayakan aku untuk memberikan ASI untuk anakmu.. semoga bermanfaat ...
flower2579 wrote on Feb 28
karena belum ada standardnya, maka ASIP yang didonorkan menjadi kesepakatan dan kepercayaan bersama antara sipendonor dan penerima, si pendonor menjelaskan dengan benar bila ditanya asal usul ASIPnya..
lagipula klo dipikir2 moms disini yang sudah paham soal hebatnya asi, masakah iya sipendonor yang berniat ikhlas dan demi kebaikan akan berbuat jahat kepada sipenerima donor? karena berarti dia juga memberi yang tidak baik kpd anaknya sendirikan.. apakah sudah ada kasus gara2 ASIP donor anaknya jadi penyakitan..????
thinking deh.. ^^
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help