The Syanditra : Syamsul Windi Putra

Blog EntrySufor a.k.a. Susu Formula (serba-serbi)Mar 10, '08 2:02 AM
for everyone

Susu Formula untuk bayi

 www.ayahbunda-online.com/forum/default.

Ide awal formulasi dari susu bubuk formula bayi adalah membuat pengganti ASI dengan komposisi sedapat mungkin menyerupai ASI, dari susu sapi yang ditujukan untuk bayi2 yang tidak bisa mendapatkan ASI.  Karena bayi dibawah satu tahun belum dapat mencerna secara langsung susu

sapi dengan kadar lemak yang cukup tinggi, sehingga bahan dasarnya skimmilk ditambahkan lemak nabati (a/l dari kelapa sawit).  Skimmilk diperoleh dengan memisahkan lemak susu dari susu murni, dan lemaknya jadi bahan baku butter.Kadar vitamin larut lemak dalam skimmilk rendah sekali, sehingga untuk meningkatkan kadar lemak di fortifikasi lagi dengan vitamin2 tambahan.Disamping itu proses pengeringan susu bubuk sendiri menurunkan  kandungan vitamin yang tidak tahan suhu tinggi, hal ini juga penyebab perlunya penambahan vitamin kedalam susu bubuk.Demikian pula tambahan lemak nabati (linolenat-linoleat,DHA,AA) dimasukkan kedalam susu formula dengan tujuan membuat sedekat mungkin mirip fungsi/daya guna ASI.Formulasinya sendiri cukup rumit rumus standard hitungannya untuk bisa memperoleh komposisi susu formula seideal mungkin, yang selanjutnya dianalisa metabolisma zat gizinya baik secara in vito maupun in vivo, dan sukarelawan.Adalah MISCONCEPTION jika dinyatakan bahwa kandungan susu bubuk formula bayi lebih baik dari susu UHT cair. Ini perbandingan yg tidak Apple to Apple. Beda tujuan penggunaan.

Kenapa disarankan bayi/balita diatas 1 thn susu UHT sudah cukup dan fortifikasi vitamin bisa dengan mengkonsumsi makanan aslinya? Banyak hal:

1.         Sumber vitamin dan mineral yang baik adalah makanan alami, karena pada dasarnya pencernaan manusia siap menerima asupan makanan natural. Pencernaan bayi diatas 1 tahun sudah disiapkan untuk mulai mencerna makanan. Tentu saja diberikan bertahap pengenalannya.Bayi perlu mengenal jenis dan rasa secara awal berbagai makanan supaya memorinya tentang jenis dan rasa makanan cukup banyak. Hal ini penting untuk adaptasi selera. Sulit dilakukan adaptasi selera jika sudah terlanjur besar, contohnya banyak anak yang sulit sekali makan sayuran.

2.            Penghematan sumberdaya, harga yang harus dibayar untuk susu formula jauh diatas harga susu cair.Susu Pasteurisasi terbaik, karena diolah dengan panas rendah, tanpa pengawet, hanya saja resiko penyimpanan (masa expired singkat, harus dalam refrigerator), tidak mudah mencapai segala kalangan dan lokasi pengiriman/distribusi terbatas.Susu UHT juga baik, diolah dengan panas tinggi dengan waktu sangat singkat, tanpa pengawet, lebih tahan simpan tidak perlu refrigerator selama kemasan belum dibuka dan kemasan tidak berubah bentuk (tidak kembung/bocor).

Kalau dibandingkan dari ketiga proses pengawetan susu dengan thermal/ suhu tinggi, yang paling urutan potensi rusaknya vitamin dalam susu adalah:

1.            Pembuatan susu bubuk

2.            Pembuatan UHT

3.            PasteurisasiSehingga kenapa ada proses fortifikasi vitamin kedalam susu bubuk utk meningkatkan potensinya.Misconception yang sering terjadi, kandungan vitamin dan tambahan2an asamlemak (linoleat, linolenat,AA, DHA) susu bubuk formula lengkap sekali.Jadi seakan2 harus minum susu formula meskipun sudah diatas 1 tahun.Padahal susu bubuk formula banyak vitamin difortifikasi, untuk menggantikan banyak vitamin yang hilang dalam proses pengeringan bubuk susunya dan penggunaan campuran skimmilknya menurunkan kandungan asli vitamin larut lemak dalam susu formula.

 

 


flower2579 wrote on Mar 10
Good INFO !!!
tx
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help