Blog EntryLanjutan: "She's ONLY 3 Years OLD, DAMN IT!"Apr 1, '08 2:00 AM
for everyone

BALIKPAPAN-Gerombolan pemuda bejat, La Miri (19) warga Jl Manunggal

RT 61 Gunung Bakaran Balikpapan Selatan, La Ami (17), La Kalau (23)

dan La Tapa (23) tinggal di RT 59 Gunung Bakaran, memang sungguh

keterlaluan. Pantas saja polisi gemas terhadap ulahnya. Balita usia

3 tahun sebut saja Reni, diculik, dianiaya, dirampas perhasannya lalu

diperkosa secara bergantian.

Dari hasil pemeriksaan polisi terhadap para pemuda bejat itu, ide

berbuat bejat muncul dari La Miri yang merupakan tetangga korban.

Sedangkan tiga pelaku lainnya yaitu La Ami, La Kalau dan La Tapa

mengikuti ajakan La Miri. Saat ditanya kejadian yang sebenarnya,

gerombolan bejat ini bersilat lidah. Mereka mengaku niat mereka

sebelumnya bukan ingin memperkosa Reni, melainkan ingin menculik dan

mengambil perhiasan balita tak berdosa itu. Silat lidah lainnya,

para pelaku mengaku tidak sadar saat memperkosa Reni dengan alasan mabuk.

"Saya yang menculik kemudian membawa ke belakang rumah dan mengambil

anting-antingya. Karena mabuk, saya tiba-tiba saja timbul nafsu

ingin memperkosanya (Reni,red). Setelah saya selesai memperkosa, giliran

La Ami," ujar La Miri yang dbenarkan pelaku lainnya.

Perbuatan tak manusiawi ini dilakukan mereka Rabu (27/2) tengah

malam sekitar pukul 02.00 Wita. Malam itu Reni bersama ibu sedang tertidur

lelap. Saat korban sedang tidur, pelaku masuk dari pintu belakang,

di mana pintu tersebut dalam keadaan rusak dan tidak terkunci.

Kehidupan La Miri, La Ami, La Kalau dan La Tapa sehari-harinya

hanyalah pengangguran sehingga perbuatannya sering iseng dan

mengganggu ketenangan warga. Salah satunya suka mabuk-mabukan.

Sebelum menculik dan memperkosa Reni, para tersangka mengaku pesta

miras menenggak 7 botol miras berkadar alkohol di atas 20 persen.

Tujuh botol miras itu dihabiskan oleh 10 orang pemuda termasuk empat

pelaku itu. Usai pesta miras, gerombolan pemabuk itu bubaran.

Bukannya pulang dan tidur, La Miri, La Ami, La Kalau dan La Tapa

malah kelayapan di kegelapan malam lalu menculik Reni dan

menggilirnya.

Kapolresta Balikpapan AKBP Drs M Arkan Hamzah melalui Kasat Reksrim

AKP Dedy Tri Murti SH Sik, mengatakan, sampai saat ini motif yang

dilakukan oleh para pelaku karena ingin mengambil perhiasan

korban. "Tidak ada motif dendam atau lainnya. Niat memperkosa

menurut pengakuan parapelaku dilakukan karena tak sadar akibat mabuk,"

Apakah dugaan pelaku akan bertambah lagi? Mantan Kanit Ops Dit

Reskrim Polda Kaltim itu membeberkan, hasil introgasi empat pelaku,

kemungkinan besar masih ada pelaku lain lagi yang ikut memperkosa

balita. "Dugaan masih kami kembangkan, nanti setelah sduah cukup

bukti ditambah keterangan saksi empat pemuda, baru kami berikan data-

datanya," jawab Dedy.

Barang bukti yang kini diamankan polisi, anatara lain baju korban

yang dikenakan saat kejadian serta celana dalam. Dimana pada bagian

celana dalam Reni terdapat bercak darah dan sperma milik para

pelaku. "Saya sudah tidak tahan, saya perkosa sampai saya `keluar',"

tutur La La Tapa.

Pesta miras itu sendiri dilakukan pada malam kejadian dan digelar

tak jauh dari rumah korban. Dari 10 pemuda seang asyik pesta miras ini,

sang bandarnya diketahui yakni La Kalau. Karena ingin membeli miras

tidak ada uang, maka mereka mempunyai niat jahat untuk mencuri

perhiasan korban. Belakangan Reni dianiaya, dirampas perhiasannya

dan diperkosa bergantian.

Seperti diberitakan, berkat upaya dan kerja keras Satuan Reserse dan

Kriminal (Sat Reksrim) Polresta Balikpapan memburu pelaku biadab

pemerkosa balita 3 tahun. Berhasil meringkus empat pemuda di lokasi

berbeda pada Sabtu (8/3) hingga Senin (10/3) lalu.

Reni, diculik Rabu (27/2) tengah malam sekitar pukul 02.00 Wita.

Malam itu Reni bersama ibu sedang tertidur lelap. Saat sedang tidur

inilah, pelaku masuk dari pintu belakang, dimana pintu tersebut

dalam keadaan rusak dan tidak terkunci.

Hasil visum tim dokter rumah sakit, pada kemaluan serta bagian anus

Reni mengalami luka serius akibat dimasuki benda tumpul. Selain itu

tangannya lebam dan bibirnya pecah. Lebih parahnya lagi, kemaluan

korban terdapat tanah dan rumput.(bai)


obi1thejedi wrote on Apr 1
geram saya baca berita kayak gini. timpuk aja tuh, menthoz!
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Bernd Willenberg