http://www.kompas.com/kompas-cetak/0712/09/keluarga/4056423.htm
========================
Orangtua perlu memberi penjelasan seputar masalah seksualitas kepada
anak sesuai perkembangan usia. Berikut tips dari psikolog Clara
Kriswanto dari Jagadnita Consulting yang dibeberkan dalam acara
bincang-bincang bertopik Bicara Seks pada Anak, di Jakarta akhir
November lalu.
Usia 0-3 tahun
- Bantu mereka merasa nyaman dengan tubuhnya.
- Sentuh dan dekaplah anak agar merasakan kasih sayang.
- Ajari perbedaan anatomi tubuh pria dan perempuan.
- Jelaskan secara sederhana proses tubuh, seperti melahirkan dan hamil.
Usia 4-5 tahun
- Ajari nama yang benar dari bagian tubuh dan fungsinya.
- Jelaskan bagaimana bayi bisa berada dalam kandungan ibu.
- Dukung anak agar datang kepada orangtua untuk bertanya mengenai seks.
Usia 6-8 tahun
- Berikan informasi mendasar tentang permasalahan seksual.
- Beritahukan tentang perubahan yang akan dialami bila menginjak pubertas.
Usia 9-12 tahun
- Bantu mereka memahami masa pubertas.
- Bantu mereka memahami: walaupun secara fisik sudah dewasa, tetapi
aspek kognitif dan emosional masih belum dewasa untuk berhubungan intim.
- Beri mereka pemahaman bahwa banyak cara untuk mengekspresikan cinta,
tanpa perlu melakukan hubungan intim.
Usia 13-17 tahun
- Ajarkan tentang nilai-nilai keluarga dan agama.
- Sampaikan bahwa ada berbagai cara untuk mengekspresikan cinta.
- Diskusikan tentang perilaku seks yang tidak sehat dan terlarang.
Saat Anak Bertanya tentang Seks
- Orangtua perlu peka terhadap bahasa mereka tetapi juga memberikan
istilah yang sesuai.
- Terangkan kepada anak arti kata yang didengarnya dari media atau
orang lain.
- Dengarkan dulu anak bicara. Pahami maksud mereka tentang seks.
- Hargai sudut pandang anak.
- Jawab dengan jujur dan jangan ditunda.
- Jangan mengambil kesimpulan terlalu cepat.
- Jawab pertanyaan dengan sederhana tetapi tepat.
- Akui bila tidak tahu jawabannya.
- Gunakan setiap kesempatan untuk diskusi. (PIN/XAR)