Windianingrum's posts with tag: artikel
Sedih bacanya! Inget waktu itu pernah di milis aku ribut sama ibu2 yang kekeuh klo hak seorang ibu utk kasih ASI ke anaknya. Sedikit yang kuingat lagi gini siy kurleb: "Terserah ibunya dong mo kasih ASI ke anaknya ato engga. Jangan melulu disalahin ato dipojokin. Kalau ibunya ngerasa repot/risih ngasih ASI trus prefer Formula ya jangan salahin ibunya!" Wadooohh! Kalau ibunya ajah dah ngerasa seperti itu..gimana nasib si anak ya? Klo ASI nya ga keluar mungkin beda kasus lagi..lah kalau emang ASI nya ada dan banyak trus ga mau ngasih juga..ya kasiannn anaknya towh.. Huks... tapi yah, mo gimana ya MOm. Semua emang kembali ke kita para Ibu. Gimana cara pandang kita terhadap ASI itu sendiri. Apakah kita mau berrepot-repot memerah ASI dimanapun kita sempat ketika sedang tidak bersama si buah hati? Menenteng Cool Box di dalam kendaraan umum (duh tadinya saya sudah lumayan senang melihat sekarang-sekarang ini sudah banyak yang melek ASI dan banyak ibu2 yang menenteng2 Cool Box -meski entah itu isinya ASI ato lunch nya dia siyy) ;p Kepada Ibu-ibu pejuang ASI: JIA YOU! (SEMANGATTT!!) Semoga kita akan bisa terus-menerus membagi ilmu kita ke orang-orang terdekat disekitar kita. Untuk Bayi-bayi di masa depan dengan gizi yang lebih baik! AMIN Selamat membaca.. --sorrii pjg prolognya --- - ASI Eksklusif Ditinggalkan Selasa, 01 Juli 2008 00:01 WIB
JAKARTA (MI): Kasus gizi buruk pada anak Indonesia lebih disebabkan pada rendahnya pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif. Faktanya pemberian ASI eksklusif pada bayi di Indonesia selama enam bulan terus menurun dibandingkan pemberian susu formula. Menurut data yang dikeluarkan Badan PBB untuk anak (UNICEF) yang dikeluarkan dalam lima tahun sekali, disebutkan bayi di Indonesia yang menikmati ASI eksklusif selama 6 bulan hanya 7,2% pada 2007. Sedangkan bayi yang menggunakan susu formula mencapai 27,9%. Kecenderungan jumlah bayi yang mendapatkan ASI ekslusif di Indonesia terus menurun. Sebelumnya pada 1997 bayi dengan ASI eksklusif sebanyak 7,9% dan pada 2002 menurun menjadi 7,2%. Sedangkan pemberian susu botol pada bayi terus meningkat. Pada 1997, bayi yang diberi susu formula sebesar 21,1%, kemudian pada 2002 turun menjadi 16,7%, kemudian meningkat lagi pada 2007 sebesar 27,9%. Menurut Anne H Vincent, Kepala Seksi Nutrisi dan Kesehatan UNICEF dalam kunjungannya di kantor Media Indonesia kemarin, kondisi tersebut sangat memprihatinkan. "Pemberian ASI eksklusif merupakan yang terbaik, bukan pemberian susu formula. Ada kalanya ibunya takut anaknya nanti bodoh, apabila tidak diberi susu formula. Semua ini karena ketidaktahuan masyarakat," kata Vincent. Ia mencontohkan di Yogyakarta, terdapat tujuh kecamatan yang paling parah akibat gempa. Pada saat itu perusahaan susu formula menyumbangkan susu formula untuk balita. Yang terjadi diare pada balita meningkat 6 kali dibandingkan balita yang tidak minum susu formula. Tidak sedikit rumah sakit atau puskesmas jadi ajang promosi susu formula. Ibu-ibu yang melahirkan anak, langsung disodori susu formula, bukan diberikan ASI pada satu jam pertama saat bayi lahir. Sedangkan payung hukum untuk melindungi bayi-bayi dari cekokan susu formula masih lemah. Pemerintah belum memberikan sanksi tegas pada perusahaan susu formula yang memberikan produknya pada bayi saat pertama kali dilahirkan. Cegah kematian
Dalam kesempatan yang sama pakar gizi UNICEF Anna Winoto menjelaskan, dari hasil penelitian ASI eksklusif di 42 negara seperti dimuat oleh The Lancet edisi 2003, disebutkan bahwa pemberian ASI eksklusif bisa menyelamatkan 1,3 juta balita. "Ternyata untuk menyelamatkan bayi dari kematian, bukan pemberian vitamin A, pemberian kelambu supaya mencegah malaria, atau intervensi lainnya, melainkan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan," jelas Anna. Bila dirujuk pada kasus di Indonesia, ASI eksklusif bisa menyelamatkan 30 ribu bayi. Penelitian lain yang dilakukan WHO dan UNICEF pada 2006 di 6 negara yakni Brasil, Ghana, India, Oman, Norwegia, dan Amerika Serikat bisa disimpulkan pemberian ASI pada satu jam pertama saat bayi dilahirkan akan mengurangi kematian bayi sebesar 22%. "Apabila itu diterapkan di Indonesia, sebanyak 21 ribu bayi bisa selamat." Dan dari hasil penelitian itu, bayi-bayi di enam negara yang diberi ASI eksklusif memiliki tingkat pertumbuhan yang sama. "Dengan kata lain, anak-anak Indonesia bisa tumbuh sejajar dengan anak-anak di negara lain, karena pada dasarnya telah memiliki gizi yang cukup lewat pemberian ASI eksklusif." (Nda/H-1)
Sumber : Media Indonesia - Edisi Cetak Pagi - Humaniora
salam, http://asiku. wordpress. com/
BALIKPAPAN-Gerombolan pemuda bejat, La Miri (19) warga Jl Manunggal RT 61 Gunung Bakaran Balikpapan Selatan, La Ami (17), La Kalau (23) dan La Tapa (23) tinggal di RT 59 Gunung Bakaran, memang sungguh keterlaluan. Pantas saja polisi gemas terhadap ulahnya. Balita usia 3 tahun sebut saja Reni, diculik, dianiaya, dirampas perhasannya lalu diperkosa secara bergantian. Dari hasil pemeriksaan polisi terhadap para pemuda bejat itu, ide berbuat bejat muncul dari La Miri yang merupakan tetangga korban. Sedangkan tiga pelaku lainnya yaitu La Ami, La Kalau dan La Tapa mengikuti ajakan La Miri. Saat ditanya kejadian yang sebenarnya, gerombolan bejat ini bersilat lidah. Mereka mengaku niat mereka sebelumnya bukan ingin memperkosa Reni, melainkan ingin menculik dan mengambil perhiasan balita tak berdosa itu. Silat lidah lainnya, para pelaku mengaku tidak sadar saat memperkosa Reni dengan alasan mabuk. "Saya yang menculik kemudian membawa ke belakang rumah dan mengambil anting-antingya. Karena mabuk, saya tiba-tiba saja timbul nafsu ingin memperkosanya (Reni,red). Setelah saya selesai memperkosa, giliran La Ami," ujar La Miri yang dbenarkan pelaku lainnya. Perbuatan tak manusiawi ini dilakukan mereka Rabu (27/2) tengah malam sekitar pukul 02.00 Wita. Malam itu Reni bersama ibu sedang tertidur lelap. Saat korban sedang tidur, pelaku masuk dari pintu belakang, di mana pintu tersebut dalam keadaan rusak dan tidak terkunci. Kehidupan La Miri, La Ami, La Kalau dan La Tapa sehari-harinya hanyalah pengangguran sehingga perbuatannya sering iseng dan mengganggu ketenangan warga. Salah satunya suka mabuk-mabukan. Sebelum menculik dan memperkosa Reni, para tersangka mengaku pesta miras menenggak 7 botol miras berkadar alkohol di atas 20 persen. Tujuh botol miras itu dihabiskan oleh 10 orang pemuda termasuk empat pelaku itu. Usai pesta miras, gerombolan pemabuk itu bubaran. Bukannya pulang dan tidur, La Miri, La Ami, La Kalau dan La Tapa malah kelayapan di kegelapan malam lalu menculik Reni dan menggilirnya. Kapolresta Balikpapan AKBP Drs M Arkan Hamzah melalui Kasat Reksrim AKP Dedy Tri Murti SH Sik, mengatakan, sampai saat ini motif yang dilakukan oleh para pelaku karena ingin mengambil perhiasan korban. "Tidak ada motif dendam atau lainnya. Niat memperkosa menurut pengakuan parapelaku dilakukan karena tak sadar akibat mabuk," Apakah dugaan pelaku akan bertambah lagi? Mantan Kanit Ops Dit Reskrim Polda Kaltim itu membeberkan, hasil introgasi empat pelaku, kemungkinan besar masih ada pelaku lain lagi yang ikut memperkosa balita. "Dugaan masih kami kembangkan, nanti setelah sduah cukup bukti ditambah keterangan saksi empat pemuda, baru kami berikan data- datanya," jawab Dedy. Barang bukti yang kini diamankan polisi, anatara lain baju korban yang dikenakan saat kejadian serta celana dalam. Dimana pada bagian celana dalam Reni terdapat bercak darah dan sperma milik para pelaku. "Saya sudah tidak tahan, saya perkosa sampai saya `keluar'," tutur La La Tapa. Pesta miras itu sendiri dilakukan pada malam kejadian dan digelar tak jauh dari rumah korban. Dari 10 pemuda seang asyik pesta miras ini, sang bandarnya diketahui yakni La Kalau. Karena ingin membeli miras tidak ada uang, maka mereka mempunyai niat jahat untuk mencuri perhiasan korban. Belakangan Reni dianiaya, dirampas perhiasannya dan diperkosa bergantian. Seperti diberitakan, berkat upaya dan kerja keras Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reksrim) Polresta Balikpapan memburu pelaku biadab pemerkosa balita 3 tahun. Berhasil meringkus empat pemuda di lokasi berbeda pada Sabtu (8/3) hingga Senin (10/3) lalu. Reni, diculik Rabu (27/2) tengah malam sekitar pukul 02.00 Wita. Malam itu Reni bersama ibu sedang tertidur lelap. Saat sedang tidur inilah, pelaku masuk dari pintu belakang, dimana pintu tersebut dalam keadaan rusak dan tidak terkunci. Hasil visum tim dokter rumah sakit, pada kemaluan serta bagian anus Reni mengalami luka serius akibat dimasuki benda tumpul. Selain itu tangannya lebam dan bibirnya pecah. Lebih parahnya lagi, kemaluan korban terdapat tanah dan rumput.(bai)
POLITIKA "Wong Edan Ora Katoan" Selasa, 1 April 2008 | 01:37 WIB Oleh BUDIARTO SHAMBAZY Seratus persen warga dunia mengecam film ngawur buatan politisi Belanda, Geert Wilders, berjudul Fitna. Ia sendirian menghadapi 6.602.224.174 penduduk dunia—data jumlah penduduk per Juli 2007. Fitna tak lebih dari hate speech yang memanipulasi freedom speech. Tak usah kaget selalu ada pencari sensasi supaya ngetop ke seluruh dunia. Sekarang zaman internet yang serba ”semau gué”. Dari internet, Anda bisa belajar cara mencemarkan nama baik orang atau golongan lain tanpa perlu bertanggung jawab. Lewat internet, Anda bisa ”anomali” yang sinonimnya ”mau lain sendiri” atau ”abnormal”. Saya tertawa sendiri di depan televisi melihat model rambut Wilders yang anomalistis. Tak sukar mengerjakan Fitna karena tinggal comot sanacomot sini. Mungkin sama mudahnya membuat film dokumenter tentang liburan Anda bersama keluarga. Jika sudah selesai, Anda tinggal mencemplungkan film dokumenter liburan itu ke YouTube, misalnya. Simsalabim, semua warga dunia bisa menikmatinya. Internet tempat persembunyian yang ideal. Anda bisa belajar membuat bom, mencari jodoh, atau memalsukan kartu kredit lewat dunia maya itu. Di lain pihak, internet sumber kemajuan sejak dikembangkan di AS tahun 1960-an. Internet menjadi galaksi baru sejak teknologi browser ditemukan awal 1990-an. Pemerintah Belanda, PBB, Uni Eropa, dan semua negara mengecam Wilders. Hidup Wilders sudah lama tak nyaman karena ke mana-mana dikawal ketat bodyguards. Ia masih diwarisi penyakit superiority complex peninggalan nenek moyang yang 3,5 abad menjajah Hindia-Belanda. Ia bulé yang menganggap Matahari terbit dari balik punggungnya. Ia menganggap mentalitas kolonialisme/imperialisme ala kerajaan Eropa, termasuk versi ”Koninkrijk der Nederlanden” (Kerajaan Belanda), masih ampuh. Kata ”kerajaan” bagi dia lebih cocok jadi ”kurang kerjaan”. By the way, sampai kini banyak kelompok antimonarki di Eropa. Pajak mereka naik tiap tahun untuk menghidupi raja, ratu, putra-putri mahkota, anjing, dan kucing kerajaan. Ambil contoh sebagian pers Inggris yang tiap hari mengolok-olok keluarga kerajaan, terutama Pangeran Charles. Untung Indonesialahir sebagai republik karena sebagian pemimpinnya sampai kini masih berlagak kayak raja. Wilders bilang ia tak membenci Muslim, tetapi tak suka kepada Islam. Perbuatan nekat Wilders kompensasi rasa kurang aman sebagian kalangan di Eropa. Dulu mereka mengundang kedatangan imigran asing—terutama dari Afrika dan Asia—untuk bekerja. Mereka butuh pekerja dari mancanegara untuk mengisi berbagai lowongan, terutama di sektor terbawah. Bukan pemandangan asing menyaksikan imigran asing jadi tukang sampah, sopir taksi, penjaga toko, dan sebagainya. Untuk memperbaiki nasib, para imigran asing itu bekerja dengan rajin. Namun, sekarang mereka justru dianggap merebut pekerjaan rakyat setempat di Eropa yang mulai mengalami berbagai masalah sosial, termasuk pengangguran. Gejala itu tampak kasatmata ketika saya selama hampir dua bulan di Jerman dua tahun lalu. Imigran dari Turki yang telah turun-temurun dicurigai—sama dengan bangsa Asia-Afrika lainnya di Belanda, Perancis, atau Inggris. Tragedi 9/11 dan omong kosong tentang benturan peradaban Islam melawan Barat bagaikan api menyirami bensin. Benturan yang sebenarnya terjadi adalah ”Barat melawan Sisa Dunia”. Lihat bagaimana Barat, yakni AS dan Eropa Barat, sebenarnya iri terhadap kepemimpinan ”orang kuat” seperti mantan Presiden Rusia Vladimir Putin. Ia mengubah Rusia 180 derajat dari mantan negeri adidaya menjadi raksasa baru. Selama delapan tahun citra AS terpuruk akibat kepemimpinan Presiden George W Bush. Kepemimpinan PM Inggris Tony Blair atau Presiden Perancis Nicolas Sarkozy sering jadi bahan tertawaan. Lihat juga bagaimana Barat memandang China, sang adidaya baru. Anda bisa membayangkan hebatnya Chinaketika Beijingmenuanrumahi Olimpiade 2008, September mendatang. Untuk urusan olahraganya, isi berita utama media massainternasional cuma satu: Chinamenyapu medali emas di hampir semua cabang. Audiens global berdecak kagum menikmati semua pemberitaan non-olahraga tentang China. Lalu ada ”Chindia” alias Chinadan India. Inilah dua ekonomi yang berkembang paling cepat di dunia, yang menampung sepertiga penduduk dunia, dan yang akan mencatat pertumbuhan ekonomi tinggi sedikitnya dalam 50 tahun mendatang. Rakyat Chindia dan Jepang pemeluk agama Khonghucu, Hindu, dan Buddha. Jangan kaget kelak agama atau junjungan mereka pun jadi bahan olok-olok kalangan-kalangan tertentu di Barat. Betapapun, itulah realisme politik internasional. Dalam perumpamaan Inggris, itulah ”dog eats dog reality”. Pepatah mengatakan, ”Jika tak kuat topan dan badai, jangan membangun rumah di tepi pantai”. Daya saing bangsa ini makin anjlok karena penguasa tertinggi dan pengusaha raksasa makin ngaco. Nah, kembali ke laptop. Jangan terpancing ulah Wilders, protes boleh dan demo pun silakan. Kalau saya sih menganggap Wilders, seperti kata julukan orang-orang tua kita, ”londo édan” (baca: londho édhyan). Waktu kecil anak saya suka bilang, ”Wong édhyan ora kato’an.”
Kecelakaan Mobil Jemputan TK Terbakar, Dua Tewas Minggu, 30 Maret 2008 | 00:20 WIB Setelah menderita akibat luka bakar hampir dua pekan sejak Senin (17/3), Benedictus (6), murid TK Harapan Bunda, Bekasi, akhirnya meninggal dunia, Jumat malam (28/3). Benedictus Radityaswara Pramidhana yang biasa dipanggil Bened dan temannya, Ezra Rahadian Wicaksono (6), adalah murid TK yang malang dalam peristiwa terbakarnya mobil jemputan sekolah. Keduanya meninggal. Musibah itu terjadi sekitar pukul 09.30 di jalan depan sekolah di Kompleks Perumahan Vila Nusa Indah Dua, 1,5 kilometer dari rumah orangtua Benedictus, pasangan Hadi Susanto (35) dan Novita Dewi (35). Ketika itu, ujar Hadi, Nurdin yang sudah biasa menjemput anaknya berusaha menyalakan mesin Daihatsu Espas. ”Ketika itu terjadi gangguan mesin. Setelah dicoba diperbaiki beberapa kali yang terjadi justru ada percikan api yang langsung membesar di dalam kabin. Ada 10 anak langganan antar-jemput di dalam mobil. Bened dan Ezra yang duduk di bangku paling belakang langsung terperangkap api,” kata Hadi. Cerita itu dibenarkan Sofia Listiowati (33), istri Kristianto Widisaksono (35), orangtua Ezra. ”Waktu pintu belakang mau dibuka ternyata tuas pembuka justru patah. Dalam keadaan panik Ezra dan Bened hanya bisa menutup wajah dengan kedua tangan masing-masing,” kata Sofia. Kaca belakang berhasil dipecahkan warga dari luar mobil dan mereka dikeluarkan dalam keadaan luka bakar. Seharian penuh orangtua Bened dan Ezra berusaha mencari rumah sakit yang bisa menolong kedua bocah itu. Akhirnya Ezra mendapat perawatan di sebuah rumah sakit di bilangan Jakarta Pusat, sedangkan Bened dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina, tetapi akhirnya ia meninggal. ”Lukanya dan darah yang keracunan karbon di dalam tubuh Bened sudah parah,” kata Hadi yang terlihat tabah. Pada hari Minggu (23/3), Ezra meninggal dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Kampung Kandang, Jakarta Selatan. Standar keamanan Nasi sudah menjadi bubur, Hadi Susanto dan Kristianto berharap agar musibah ini menjadi tragedi terakhir yang menimpa sebuah mobil jemputan anak sekolah. ”Seharusnya ada pendamping pengemudi untuk mobil jemputan. Tempo hari ada anak yang jatuh ke got karena turun sendiri. Ada juga yang kepalanya menghantam tanaman karena melongok keluar jendela saat mobil melaju,” kata Sofia. Juru bicara Astra Daihatsu, Amelia Tjandar, yang dihubungi menyatakan, pihaknya akan menyelidiki penyebab kecelakaan demi menjamin keamanan konsumen. Mobil yang hangus itu sempat teronggok di depan sekolah sehingga mengingatkan pada tragedi yang terjadi. (Ong)
Resiko pemberian MPASI terlalu dini (Dirangkum & ditulis bebas oleh Luluk Lely Soraya I, 26 March 2005) Banyak sekali pertanyaan dan kritik yang timbul mengenai pemberian MPASI di usia < 6 bl. Bahkan banyak dari kita tidak pernah tahu mengapa WHO & IDAI mengeluarkan statement bahwa ASI eksklusif (ASI saja tanpa tambahan apapun bahkan air putih sekalipun) diberikan pada 6 bl pertama kehidupan seorg anak. Kemudian setelah umur 6 bulan anak baru mulai mendapatkan MPASI berupa bubur susu, nasi tim, buah, dsb. Alasan menunda pemberian MPASI Mengapa harus menunda memberikan MPASI pada anak sampai ia berumur 6 bl ?! Kalo jaman dulu (baca : sebelum diberlakukan ASI eksklusif 6 bl) umur 4 bl aja dikasih makan bahkan ada yg umur 1 bl. Dan banyak yang berpendapat gak ada masalah apa-apa tuh dg anaknya. Satu hal yg perlu diketahui bersama bahwa jaman terus berubah. Demikian juga dengan ilmu & teknologi. Ilmu medis juga terus berkembang dan berubah berdasarkan riset2 yg terus dilakukan oleh para peneliti. Sekitar Lebih dari 5th yg lalu, MPASI disarankan diperkenalkan pada anak saat ia Berusia 4 bl. Tetapi kemudian beberapa penelitian tahun2 terakhir menghasilkan banyak hal sehingga MPASI sebaiknya diberikan >6bl. Mengapa umur 6 bl adalah saat terbaik anak mulai diberikan MPASI ?! - Pemberian makan setelah bayi berumur 6 bulan memberikan perlindungan besar dari berbagai penyakit. Hal ini disebabkan sistem imun bayi < 6 bl belum sempurna. Pemberian MPASI dini sama saja dg membuka pintu gerbang masuknay berbagai jenis kuman. Belum lagi jika tidak disajikan higienis. Hasil riset terakhir dari peneliti di Indonesia menunjukkan bahwa bayi yg mendapatkan MPASI sebelum ia berumur 6 bl, lebih banyak terserang diare, sembelit, batuk- pilek, dan panas dibandingkan bayi yg hanya mendapatkan ASI eksklusif. Belum lagi penelitian dari badan kesehatan dunia lainnya.
- Saat bayi berumur 6 bl keatas, sistem pencernaannya sudah relatif sempurna dan siap menerima MPASI.Beberapa enzim pemecah protein spt asam lambung, pepsin, lipase, enzim amilase, dsb baru akan diproduksi sempurna pada saat ia berumur 6 bl.
- Mengurangi resiko terkena alergi akibat pada makanan Saat bayi berumur < 6 bl, sel2 di sekitar usus belum siap utk kandungan dari makanan. Sehingga makanan yg masuk dapat menyebabkan reaksi imun dan terjadi alergi.
- Menunda pemberian MPASI hingga 6 bl melindungi bayi dari obesitas di kemudian hari. Proses pemecahan sari2 makanan yg belum sempurna.
Pada beberapa kasus yg ekstrem ada juga yg perlu tindakan bedah akibat pemberian MPASi terlalu dini. Dan banyak sekali alasan lainnya mengapa MPASI baru boleh diperkenalkan pada anak setelah ia berumur 6 bl. Masih banyak yg mengenalkan MPASI < 6 bl Kalo begitu kenapa masih banyak orangtua yg telah memberikan MPASI ke anaknya sebelum berumur 6 bl ? Banyak sekali alasan kenapa ortu memberikan MPASI < 6 bl. Umumnya banyak ibu yg beranggapan kalo anaknya kelaparan dan akan tidur nyenyak jika diberi makan. Meski gak ada relevansinya banyak yg beranggapan ini benar. Kenapa ? Karena belum sempurna, sistem pencernaannya harus bekerja lebih keras utk mengolah & memecah makanan. Kadang anak yg menangis terus dianggap sbg anak gak kenyang. Padahal menangis bukan semata2 tanda ia lapar. Belum lagi masih banyak anggapan di masyarakat kita spt ortu Terdahulu bahwa anak saya gak papa tuh dikasih makan pisang pas kita umur 2 bl. Malah sekrg jadi orang. Alasan lainnya juga bisa jadi juga tekanan dari lingkungan dan gak Ada dukungan spt alasan di atas. Dan gencarnya promosi produsen makanan Bayi yg belum mengindahkan ASI eksklusif 6 bl. Aturan MPASI setelah 6 bulan : Karena < 6 bl mengandung resiko Sekali lagi tidak mungkin ada saran dari WHO & IDAI jika tidak dilakukan penelitian panjang. Lagipula tiap anak itu beda. Bisa jadi gak jadi masalah utk kita tapi belum tentu utk yg lain. Misalkan, ilustrasinya sama spt aturan cuci tangan sebelum makan. Ada anak yg dia tidak terbiasa cuci tangan sebelum makan. Padahal ia baru bermain2 dengan tanah dsb. Tapi ia tidak apa2. Sedangkan satu waktu atau di anak yg lain, begitu ia melakukan hal tsb ia langsung mengalami gangguan pencernaan karena kotoran yg masuk ke makanan melalui tangannya. Demikian juga dengan pemberian MPASI pada anak terlalu dini. Banyak Yang merasa "anak saya gak masalah tuh saya kasih makan dari umur 3 bulan". Sehingga hal tsb menjadi "excuse" atau alasan utk tidak mengikuti aturan yg berlaku. Padahal aturan tsb dibuat karena ada resiko sendiri. Lagipula penelitan ttg hal ini terus berlanjut. Saat ini mungkin pengetahuan Dan hasil riset yg ada masih terbatas dan "kurang" bagi beberapa kalangan.Tapi di kemudian hari kita tidak tahu. Ilmu terus berkembang. Dan satu hal yg penting. Aturan agar menunda memberikan MPASi pada anak < 6 bulan bukan hanya berlaku utk bayi yg mendapatkan ASI eksklusif. Tetapi juga bagi bayi yg tidak mendapatkan ASI (susu formula atau mixed). Semuanya akan kembali kepada ayah & ibu. Jika kita tahu ada resiko dibalik pemberian MPASI < 6 bl, maka mengapa tidak kita menundanya. Apalagi Banyak sekali penelitian & kasus yang mendukung hal tsb. Apapun keputusan ibu & ayah, apakah mau memberikan MPASi < 6 bl ataupun >6bl, alangkah baiknya dipertimbangkan dg baik untung ruginya bagi anak,bukan bagi orang tuanya. Sehingga keputusan yg diambil adalah yg terbaik utk sang anak. Sumber : . Solid Food in Early Infancy increases risk of Eczema, from original source : Fergusson DM et al Early solid feeding and recurrent childhood eczema: a 10-year longitudinal study Pediatrics 1990 Oct; 86:541-546.[Medline abstract][Download citation] . World Health Organization (WHO). Infant Feeding Guidelines. 2003. Information for Health Professionals on Infant Feeding. www.who.int/health_topics/breastfeeding/en/ . World Health Organization (WHO). 2003. Global Strategy for Infant and Young Child Feeding. www.who.int . World Health Organization (WHO). Complementary feeding. Report of the global consultation. Summary of guiding principles. Geneva, 10-13 December 2001. www.who.int . Artikel : Why Delay Solids? http://www.kellymom.com/nutrition/solids/delay-solids.html . The introduction of solids in relation to asthma and eczema. A Zutavern, E von Mutius, J Harris, P Mills, S Moffatt, C White and P Cullinan. http://adc.bmjjournals.com/cgi/content/abstract/89/4/303 . AAP. 1990. Early solid feeding and recurrent childhood eczema: a 10-year longitudinal study. DM Fergusson, LJ Horwood and FT Shannon. http://pediatrics.aappublications.org/cgi/content/abstract/86/4/541 . NCBI. Protective nutrients and bacterial colonization in the immature human gut. Dai D, Walker WA. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/query.fcgi? cmd=Retrieve&db=PubMed&list_uids=10645469&dopt=Abstract . Relation between early introduction of solid food to infants and their weight and illnesses during the first two years of life. Forsyth JS, Ogston SA, Clark A, Florey CD, Howie PW. Dept of Child Health, Ninewells Hospital and Medical School, Dundee. . Artikel : Stop MPASI terlalu dini. Majalah Ayahbunda Edisi/No.01 Januari 20
Anak Flu jangan diberi antibiotik February 2, 2008 JAKARTA (Lampost): Jika bayi dan balita menderita flu, jangan diberi antibiotik. Karena flu akan sembuh dengan sendirinya, sementara antibiotik hanya memberi efek plasebo (bohongan).Demikian dikemukakan dr. Purnamawati S. Pujiarto, Sp.A.K., M.M.Ped. yang aktif mengedukasi para orangtua dalam mengonsumsi produk dan jasa medis, termasuk melalui milis (mailing list), Rabu (27-4). “Antibiotik itu tidak mempercepat, apalagi melumpuhkan, virus flu,” katanya. Ia mengakui masih kerap terjadi dokter dengan mudahnya meresepkan antibiotik untuk bayi dan balita yang hanya sakit flu karena virus. Memang gejala yang menyertai flu kadang membuat orangtua panik, seperti demam, batuk, dan pilek. “Oleh sebab itu, tak sedikit orangtua yang malah mendesak dokter memberikan antibiotik yang dianggap sebagai “obat dewa”. Pasien irasional seperti ini seperti menuntut dokter menjadi tukang sihir,” ujarnya. Ia menjelaskan orangtua sebagai yang dititipi anak oleh Tuhan seharusnya tak segan-segan bertanya sama dokter. Apakah anaknya benar-benar butuh antibiotik? Bukankah penyebabnya virus? “Tanyakan itu kepada dokter,” kata Purnamawati. Namun, kadangkala menghadapi orangtua yang bersikap kritis, sebagian dokter beralasan antibiotik harus diberikan mengingat stamina tubuh anak sedang turun karena flu. Jika tidak diberi antibiotik, hal itu akan memberi peluang virus dan kuman lain menyerang. Purnamawati menjelaskan sejak lahir manusia dibekali sistem imunitas yang canggih. Ketika diserang penyakit infeksi, sistem imunitas tubuh terpicu lebih giat lagi. Infeksi karena virus hanya bisa diatasi dengan meningkatkan sistem imunitas tubuh dengan makan baik dan istirahat cukup, serta diberi obat penurun panas jika suhunya di atas 38,5®MDSU¯o Celsius. “Jadi, bukan diberi antibiotik. Kecuali kalau kita punya gangguan sistem imun seperti terserang HIV,” ujarnya. Hal senada juga dikatakan farmakolog Prof. dr. Iwan Darmansjah, Sp.Fk. “Antibiotik seharusnya tidak diberikan kepada anak karena malah merusak sistem kekebalan tubuhnya. Yang terjadi imunitas anak malah turun, lalu sakit lagi. Lalu jika dikasih antibiotik lagi, imunitas turun lagi dan sakit lagi. Terus begitu dan kunjungan ke dokter makin sering karena anak tambah mudah sakit,” ujar Iwan. Selanjutnya Purnawati menggarisbawahi antibiotik baru dibutuhkan anak ketika terserang infeksi yang disebabkan bakteri. Contoh penyakit akibat infeksi bakteri adalah sebagian infeksi telinga, infeksi sinus berat, radang tenggorokan akibat infeksi kuman streptokokus, infeksi saluran kemih, tifus, tuberkulosis, dan diare akibat ameba hystolytica. Namun jika antibiotik digunakan untuk infeksi yang nonbakteri, hal itu malah menyebabkan berkembang biaknya bakteri yang resisten. “Perlu diingat juga, untuk radang tenggorokan pada bayi, penelitian membuktikan 80–90 persen bukan karena infeksi bakteri streptokokus, jadi tidak perlu antibiotik. Radang karena infeksi streptokokus hampir tidak pernah terjadi pada usia di bawah dua tahun, bahkan jarang hingga di bawah empat tahun,” kata Purnamawati. Beberapa keadaan yang perlu diamati jika anak mengonsumsi antibiotik adalah gangguan saluran cerna, seperti diare, mual, muntah, mulas/kolik, ruam kulit, hingga pembengkakan bibir, kelopak mata, hingga gangguan napas. “Berbagai penelitian juga menunjukkan, pemberian antibiotik pada usia dini akan mencetuskan terjadinya alergi pada masa mendatang,” kata Purnamawati. Kemungkinan lainnya, gangguan akibat efek samping beberapa jenis antibiotik adalah demam, gangguan darah di mana salah satu antibiotik seperti kloramfenikol dapat menekan sumsum tulang sehingga produksi sel-sel darah turun. Lalu, kemungkinan kelainan hati, misalnya antibiotik eritromisin, flucloxacillin, nitrofurantoin, trimetoprim, dan sulfonamid. Golongan amoxycillin clavulinic acid dan kelompok makrolod dapat menimbulkan allergic hepatitis. Sementara antibiotik golongan aminoglycoside, imipenem/meropenem, dan ciprofloxacin juga dapat menyebabkan gangguan ginjal. Jika anak memang memerlukan antibiotik karena terkena infeksi bakteri, pastikan dokter meresepkan antibiotik yang hanya bekerja pada bakteri yang dituju, yaitu antibiotik spektrum sempit (narrow spectrum antibiotic). Untuk infeksi bakteri yang ringan, pilihlah yang bekerja terhadap bakteri gram positif, sementara infeksi bakteri yang lebih berat (tifus, pneumonia, dan apendisitis) pilihlah antibiotik yang juga membunuh bakteri gram negatif. Hindari pemakaian salep antibiotik (kecuali infeksi mata), serta penggunaan lebih dari satu antibiotik kecuali TBC atau infeksi berat di rumah sakit. Jika anak terpaksa menjalani suatu operasi, untuk mencegah infeksi sebenarnya antibiotik tidak perlu diberikan dalam jangka waktu lama. “Bahkan pada operasi besar seperti jantung, antibiotik cukup diberikan untuk dua hari saja,” ujarnya. Purnamawati menganjurkan para orangtua hendaknya selalu memfotokopi dan mengarsip segala resep obat dari dokter, dan tak ada salahnya mengonsultasikan kepada ahli farmasi sebelum ditebus. Sejak beberapa tahun terakhir, sudah tidak ditemukan lagi antibiotik baru dan lebih kuat. Sementara kuman terus berkembang makin canggih dan resisten akibat penggunaan antibiotik yang irasional. Inilah yang akan menjadi masalah besar kesehatan masyarakat. Antibiotik dalam penggunaan yang tepat adalah penyelamat, tetapi jika digunakan tidak tepat dan brutal, ia akan menjadi bumerang. “Antibiotik seperti pisau bermata dua. Untuk itu, media massa berperan besar menginformasikan hal ini dan tidak perlu khawatir jika industri farmasi ngambek tak mau beriklan,” ujarnya. -----------------------
Kompas, Senin, 10 Maret 2008 | 12:44 WIB WASHINGTON, MINGGU - Bagi Anda para suami yang ingin kehidupan seksnya menjadi lebih aktif dan berwarna, nasehat yang satu ini mungkin bisa dicoba : mulailah sibuk membantu istri mengurusi pekerjaan rumah tangga. Saran tersebut bukanlah isapan jempol belaka, namun merupakan kesimpulan sebuah survei di Amerika Serikat. Menurut survei tersebut, menyibukkan diri dengan pekerjaan rumah ternyata memberi nilai plus bagi seorang pria. Semakin sering seorang pria melakukan pekerjaan rumah tangga, kehidupan seksnya akan semakin baik. Sebuah laporan survei yang dikeluarkan US Council of Contemporary Families dan dipublikasikan Minggu kemarin menunjukkan bahwa pria yang rajin membersihkan rumah, mencuci baju atau menyetrika, ternyata juga menghabiskan waktu lebih banyak dengan pasangannya di ranjang. Ini merupakan bentuk penghargaan sang istri atas kerja keras sang suami. Riset juga menyebutkan, manakala tren melakukan pekerjaan rumah demi menggapai seks ini diaplikasikan para pria, hubungan rumah tangga mereka pun relatif lebih awet atau tahan lama. ¨Secara garis besar, semakin sering seorang pria melakukan pekerjaan rumah tangga, semakin bahagia pula para wanitanya. Ketika pria melakukan lebih banyak pekerjaan rumah, persepsi wanita akan keadilan dan kebahagiaan pernikahan makin meningkat dan para pasangan ini jarang mengalami konflik pernikahan,¨ ungkap Scott Coltrane, sosiolog sekaligus penulis riset dari Universitas Riverside California. ¨Pada terapis mengatakan ada hubungan langsung antara pria yang lebih sering melakukan pekerjaan rumah tangga dengan frekuensi melakukan hubungan intim. Dan para istri melaporkan adanya perasaan luar bisa akan hasrat seksual serta kasih sayang kepada suami yang berpartisipsi dalam pekerjaan rumah,¨ tambahnya. Coltrane menambahkan, kalau pun suami masih terbilang tertinggal jauh dari istri dalam hal pekerjan rumah tangga, para pria ini telah berjalan pada arah yang benar, dan pencapaian ini tidak akan sia-sia atau berubah lagi. ¨Para pria memang hanya mampu mengerjakan setengahnya dari apa yang bisa dilakukan wanita, namun kami melihat sebuah harapan yang muncul dan kami kira prosesnya tidak akan berubah,¨ ungkap Coltrane. Sementara itu Psikolog dari US Council of Contemporary Families, Joshua Coleman, menyatakan bahwa pembagian tugas rumah tangga berkaitan dengan tingkat tertinggi dari kebahagiaan pernikahan dan terkadang berhubungan pula dengan seks. ¨Para istri mengaku merasakan hal luar biasa akan hasrat seksual dan kasih sayang terhadap suami yang berpartisipasi dalam pekerjan rumah tangga,¨ terang Coleman. Fenomena keterlibatan pria dalam hal pekerjaan rumah tampaknya juga tengah menggejala di seluruh dunia. ¨Para pria di mana pun melakukan hal yang lebih. Bahkan pria Italia dan Spanyol juga begitu. Walau tidak dalam jumlah besar namun melebihi kebiasaan mereka,¨ ungkap Coltrane.
Mau Berhenti Merokok ? Oleh : Dede Farhan Aulawi Sahabat... Pada dasarnya manusia selalu memiliki alasan ...kenapa berbuat sesuatu dan kenapa tidak berbuat sesuatu Begitupun dengan kebiasaan merokok... Nah sesekali coba anda buat sebuah daftar alasan... Kenapa anda merokok.... ...dan kenapa nada tidak memulai untuk berhenti merokok anda bisa memulai komitmen untuk berhenti, misalnya dengan alasan : - Menghindari kanker, gagal jantung, gangguan pencernaan - Kehidupan sosial yang lebih baik - Demi kesehatan dan kepentingan anak / keluarga - Tidak ingin menjerumuskan diri dalam kesakitan Dan sekarang...,cobalah anda pejamkan mata sejenak... Visualisasikan proses keluar masuknya asap yang mengotori paru - paru kita Nikotin yang menempel di dinding - dinding pernafasan... Dan itu dilakukan setiap hari bahkan setiap saat... Bukan hanya itu... Rumah dan ruangan menjadi bau asap... Keluarga dan anak - anak menjadi tertular asap rokok... Tataplah wajah keluarga kita dengan penuh kasih... Bayangkan wajah anak dan orang tua kita... Renungkan orang yang kita cintai.... Niscaya nanar matanya yang teduh berharap kita berhenti.... Beratkah ...? Mana pengorbanan terindah dalam kemurnian cinta kasih ? Tidakkah hanya berkorban tuk berhenti merokok saja kita tak mampu...? Bagaimana dalam berkorban untuk mengagungkan sucinya cinta kasih ? Sahabat... Bagi anda yang terbiasa merokok... Di awal perjuangan mungkin akan terasa berat...dan sangat berat sekali Tapi masa kita tak mau berusaha demi kita dan keluarga kita... Jauhkan diri dari tempat - tempat yang banyak rokok Sementara jangan kumpul dengan teman dan lingkungan perokok... Sahabat... Uang yang biasa dibelikan rokok... sebenarnya bisa dibelanjakan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat belilah buku - buku... belilah pakaian dan sepatu tuk anak - anak... belilah kado terindah tuk pasangan kita bantulah kaum miskin danyatim di sekitar kita ulurkan tangan pengabdian tanpa pamrih sayangi semua mahluk Allah yang ada di bumi peliharalah kelestarian alam sekitar nikmati kehidupan dengan sehat dan bersih Selamat mencoba...dan sampaikan kepada orang - orang di sekitar anda
Susu Formula untuk bayi www.ayahbunda-online.com/forum/default. Ide awal formulasi dari susu bubuk formula bayi adalah membuat pengganti ASI dengan komposisi sedapat mungkin menyerupai ASI, dari susu sapi yang ditujukan untuk bayi2 yang tidak bisa mendapatkan ASI. Karena bayi dibawah satu tahun belum dapat mencerna secara langsung susu sapi dengan kadar lemak yang cukup tinggi, sehingga bahan dasarnya skimmilk ditambahkan lemak nabati (a/l dari kelapa sawit). Skimmilk diperoleh dengan memisahkan lemak susu dari susu murni, dan lemaknya jadi bahan baku butter.Kadar vitamin larut lemak dalam skimmilk rendah sekali, sehingga untuk meningkatkan kadar lemak di fortifikasi lagi dengan vitamin2 tambahan.Disamping itu proses pengeringan susu bubuk sendiri menurunkan kandungan vitamin yang tidak tahan suhu tinggi, hal ini juga penyebab perlunya penambahan vitamin kedalam susu bubuk.Demikian pula tambahan lemak nabati (linolenat-linoleat,DHA,AA) dimasukkan kedalam susu formula dengan tujuan membuat sedekat mungkin mirip fungsi/daya guna ASI.Formulasinya sendiri cukup rumit rumus standard hitungannya untuk bisa memperoleh komposisi susu formula seideal mungkin, yang selanjutnya dianalisa metabolisma zat gizinya baik secara in vito maupun in vivo, dan sukarelawan.Adalah MISCONCEPTION jika dinyatakan bahwa kandungan susu bubuk formula bayi lebih baik dari susu UHT cair. Ini perbandingan yg tidak Apple to Apple. Beda tujuan penggunaan. Kenapa disarankan bayi/balita diatas 1 thn susu UHT sudah cukup dan fortifikasi vitamin bisa dengan mengkonsumsi makanan aslinya? Banyak hal: 1. Sumber vitamin dan mineral yang baik adalah makanan alami, karena pada dasarnya pencernaan manusia siap menerima asupan makanan natural. Pencernaan bayi diatas 1 tahun sudah disiapkan untuk mulai mencerna makanan. Tentu saja diberikan bertahap pengenalannya.Bayi perlu mengenal jenis dan rasa secara awal berbagai makanan supaya memorinya tentang jenis dan rasa makanan cukup banyak. Hal ini penting untuk adaptasi selera. Sulit dilakukan adaptasi selera jika sudah terlanjur besar, contohnya banyak anak yang sulit sekali makan sayuran. 2. Penghematan sumberdaya, harga yang harus dibayar untuk susu formula jauh diatas harga susu cair.Susu Pasteurisasi terbaik, karena diolah dengan panas rendah, tanpa pengawet, hanya saja resiko penyimpanan (masa expired singkat, harus dalam refrigerator), tidak mudah mencapai segala kalangan dan lokasi pengiriman/distribusi terbatas.Susu UHT juga baik, diolah dengan panas tinggi dengan waktu sangat singkat, tanpa pengawet, lebih tahan simpan tidak perlu refrigerator selama kemasan belum dibuka dan kemasan tidak berubah bentuk (tidak kembung/bocor). Kalau dibandingkan dari ketiga proses pengawetan susu dengan thermal/ suhu tinggi, yang paling urutan potensi rusaknya vitamin dalam susu adalah: 1. Pembuatan susu bubuk 2. Pembuatan UHT 3. PasteurisasiSehingga kenapa ada proses fortifikasi vitamin kedalam susu bubuk utk meningkatkan potensinya.Misconception yang sering terjadi, kandungan vitamin dan tambahan2an asamlemak (linoleat, linolenat,AA, DHA) susu bubuk formula lengkap sekali.Jadi seakan2 harus minum susu formula meskipun sudah diatas 1 tahun.Padahal susu bubuk formula banyak vitamin difortifikasi, untuk menggantikan banyak vitamin yang hilang dalam proses pengeringan bubuk susunya dan penggunaan campuran skimmilknya menurunkan kandungan asli vitamin larut lemak dalam susu formula.
Buat alternatif susu formula: Minum Susu UHT buat Balita Ditulis pada September 24, 2007 oleh daniar Artikel berikut ini adalah beberapa jenis susu berdasarkan pengolahannya salah satunya melalui proses UHT, untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel dibawah ini Proses UHT: Upaya Penyelamatan Gizi Pada Susu Sumber : WASPADA Online Oleh : Prof Dr Ir Made Astawan MS (www.ayahbunda-online.com) Susu merupakan sumber gizi terbaik bagi mamalia yang baru dilahirkan. Susu disebut sebagai makanan yang hampir sempurna karena kandungan zat gizinya yang lengkap. Selain air, susu mengandung protein, karbohidrat, lemak, mineral, enzim-enzim, gas serta vitamin A, C dan D dalam jumlah memadai. Manfaat susu merupakan hasil dari interaksi molekul-molukel yang terkandung di dalamnya. Susu segar merupakan cairan yang berasal dari kambing sapi sehat dan bersih yang diperoleh dengan cara pemerahan yang benar yang kandungan alaminya tidak dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan belum mendapat perlakuan apapun (SNI 01-3141-1998) . Dalam prakteknya sangat kecil peluang kita untuk mengonsumsi susu segar definisi SNI tersebut di atas. Umumnya susu yang dikonsumsi masyarakat adalah susu olahan baik dalam bentuk cair (susu pasteurisasi, susu UHT) maupun susu bubuk. Susu pasteurisasi merupakan susu yang diberi perlakuan panas sekitar 63-72 derjat Celcius selama 15 detik yang bertujuan untuk membunuh bakteri patogen. Susu pasteurisasi harus disimpan pada suhu rendah (5-6 derjat Celcius) dan memiliki umur simpan hanya sekitar 14 hari. Susu bubuk berasal susu segar baik dengan atau tanpa rekombinasi dengan zat lain seperti lemak atau protein yang kemudian dikeringkan. Umumnya pengeringan dilakukan dengan menggunakan spray dryer atau roller drayer. Umur simpan susu bubuk maksimal adalah 2 tahun dengan penanganan yang baik dan benar. Susu bubuk dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu susu bubuk berlemak (full cream milk prowder), susu bubuk rendah lemak (partly skim milk powder) dan susu bubuk tanpa lemak (skim milk prowder) (SNI 01-2970-1999) . Susu UHT (ultra high temperature) merupakan susu yang diolah menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang singkat (135-145 derjat Celcius) s |
|