The Syanditra : Syamsul Windi Putra

Windianingrum's posts with tag: susu formula

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.

Sedih bacanya! Inget waktu itu pernah di milis aku ribut sama ibu2 yang kekeuh klo hak seorang ibu utk kasih ASI ke anaknya. Sedikit yang kuingat lagi gini siy kurleb:

"Terserah ibunya dong mo kasih ASI ke anaknya ato engga. Jangan melulu disalahin ato dipojokin. Kalau ibunya ngerasa repot/risih ngasih ASI trus prefer Formula ya jangan salahin ibunya!"

Wadooohh!
Kalau ibunya ajah dah ngerasa seperti itu..gimana nasib si anak ya? Klo ASI nya ga keluar mungkin beda kasus lagi..lah kalau emang ASI nya ada dan banyak trus ga mau ngasih juga..ya kasiannn anaknya towh.. Huks...

tapi yah, mo gimana ya MOm. Semua emang kembali ke kita para Ibu. Gimana cara pandang kita terhadap ASI itu sendiri. Apakah kita mau berrepot-repot memerah ASI dimanapun kita sempat ketika sedang tidak bersama si buah hati? Menenteng Cool Box di dalam kendaraan umum (duh tadinya saya sudah lumayan senang melihat sekarang-sekarang ini sudah banyak yang melek ASI dan banyak ibu2 yang menenteng2 Cool Box -meski entah itu isinya ASI ato lunch nya dia siyy) ;p

Kepada Ibu-ibu pejuang ASI: JIA YOU! (SEMANGATTT!!)

Semoga kita akan bisa terus-menerus membagi ilmu kita ke orang-orang terdekat disekitar kita. Untuk Bayi-bayi di masa depan dengan gizi yang lebih baik! AMIN

Selamat membaca..

--sorrii pjg prolognya ---

 

-

ASI Eksklusif Ditinggalkan
Selasa, 01 Juli 2008 00:01 WIB

JAKARTA (MI): Kasus gizi buruk pada anak Indonesia lebih disebabkan pada rendahnya pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif. Faktanya pemberian ASI eksklusif pada bayi di Indonesia selama enam bulan terus menurun dibandingkan pemberian susu formula.


Menurut data yang dikeluarkan Badan PBB untuk anak (UNICEF) yang dikeluarkan dalam lima tahun sekali, disebutkan bayi di Indonesia yang menikmati ASI eksklusif selama 6 bulan hanya 7,2% pada 2007. Sedangkan bayi yang menggunakan susu formula mencapai 27,9%.


Kecenderungan jumlah bayi yang mendapatkan ASI ekslusif di Indonesia terus menurun. Sebelumnya pada 1997 bayi dengan ASI eksklusif sebanyak 7,9% dan pada 2002 menurun menjadi 7,2%.


Sedangkan pemberian susu botol pada bayi terus meningkat. Pada 1997, bayi yang diberi susu formula sebesar 21,1%, kemudian pada 2002 turun menjadi 16,7%, kemudian meningkat lagi pada 2007 sebesar 27,9%.


Menurut Anne H Vincent, Kepala Seksi Nutrisi dan Kesehatan UNICEF dalam kunjungannya di kantor Media Indonesia kemarin, kondisi tersebut sangat memprihatinkan.
"Pemberian ASI eksklusif merupakan yang terbaik, bukan pemberian susu formula. Ada kalanya ibunya takut anaknya nanti bodoh, apabila tidak diberi susu formula. Semua ini karena ketidaktahuan masyarakat," kata Vincent.
Ia mencontohkan di Yogyakarta, terdapat tujuh kecamatan yang paling parah akibat gempa. Pada saat itu perusahaan susu formula menyumbangkan susu formula untuk balita. Yang terjadi diare pada balita meningkat 6 kali dibandingkan balita yang tidak minum susu formula.


Tidak sedikit rumah sakit atau puskesmas jadi ajang promosi susu formula. Ibu-ibu yang melahirkan anak, langsung disodori susu formula, bukan diberikan ASI pada satu jam pertama saat bayi lahir.


Sedangkan payung hukum untuk melindungi bayi-bayi dari cekokan susu formula masih lemah. Pemerintah belum memberikan sanksi tegas pada perusahaan susu formula yang memberikan produknya pada bayi saat pertama kali dilahirkan.
Cegah kematian

Dalam kesempatan yang sama pakar gizi UNICEF Anna Winoto menjelaskan, dari hasil penelitian ASI eksklusif di 42 negara seperti dimuat oleh The Lancet edisi 2003, disebutkan bahwa pemberian ASI eksklusif bisa menyelamatkan 1,3 juta balita.
"Ternyata untuk menyelamatkan bayi dari kematian, bukan pemberian vitamin A, pemberian kelambu supaya mencegah malaria, atau intervensi lainnya, melainkan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan," jelas Anna.


Bila dirujuk pada kasus di Indonesia, ASI eksklusif bisa menyelamatkan 30 ribu bayi. Penelitian lain yang dilakukan WHO dan UNICEF pada 2006 di 6 negara yakni Brasil, Ghana, India, Oman, Norwegia, dan Amerika Serikat bisa disimpulkan pemberian ASI pada satu jam pertama saat bayi dilahirkan akan mengurangi kematian bayi sebesar 22%. "Apabila itu diterapkan di Indonesia, sebanyak 21 ribu bayi bisa selamat."
Dan dari hasil penelitian itu, bayi-bayi di enam negara yang diberi ASI eksklusif memiliki tingkat pertumbuhan yang sama. "Dengan kata lain, anak-anak Indonesia bisa tumbuh sejajar dengan anak-anak di negara lain, karena pada dasarnya telah memiliki gizi yang cukup lewat pemberian ASI eksklusif." (Nda/H-1)

Sumber : Media Indonesia - Edisi Cetak Pagi - Humaniora

salam,
http://asiku. wordpress. com/


 


Blog EntrySufor a.k.a. Susu Formula (serba-serbi)Mar 10, '08 2:02 AM
for everyone

Susu Formula untuk bayi

 www.ayahbunda-online.com/forum/default.

Ide awal formulasi dari susu bubuk formula bayi adalah membuat pengganti ASI dengan komposisi sedapat mungkin menyerupai ASI, dari susu sapi yang ditujukan untuk bayi2 yang tidak bisa mendapatkan ASI.  Karena bayi dibawah satu tahun belum dapat mencerna secara langsung susu

sapi dengan kadar lemak yang cukup tinggi, sehingga bahan dasarnya skimmilk ditambahkan lemak nabati (a/l dari kelapa sawit).  Skimmilk diperoleh dengan memisahkan lemak susu dari susu murni, dan lemaknya jadi bahan baku butter.Kadar vitamin larut lemak dalam skimmilk rendah sekali, sehingga untuk meningkatkan kadar lemak di fortifikasi lagi dengan vitamin2 tambahan.Disamping itu proses pengeringan susu bubuk sendiri menurunkan  kandungan vitamin yang tidak tahan suhu tinggi, hal ini juga penyebab perlunya penambahan vitamin kedalam susu bubuk.Demikian pula tambahan lemak nabati (linolenat-linoleat,DHA,AA) dimasukkan kedalam susu formula dengan tujuan membuat sedekat mungkin mirip fungsi/daya guna ASI.Formulasinya sendiri cukup rumit rumus standard hitungannya untuk bisa memperoleh komposisi susu formula seideal mungkin, yang selanjutnya dianalisa metabolisma zat gizinya baik secara in vito maupun in vivo, dan sukarelawan.Adalah MISCONCEPTION jika dinyatakan bahwa kandungan susu bubuk formula bayi lebih baik dari susu UHT cair. Ini perbandingan yg tidak Apple to Apple. Beda tujuan penggunaan.

Kenapa disarankan bayi/balita diatas 1 thn susu UHT sudah cukup dan fortifikasi vitamin bisa dengan mengkonsumsi makanan aslinya? Banyak hal:

1.         Sumber vitamin dan mineral yang baik adalah makanan alami, karena pada dasarnya pencernaan manusia siap menerima asupan makanan natural. Pencernaan bayi diatas 1 tahun sudah disiapkan untuk mulai mencerna makanan. Tentu saja diberikan bertahap pengenalannya.Bayi perlu mengenal jenis dan rasa secara awal berbagai makanan supaya memorinya tentang jenis dan rasa makanan cukup banyak. Hal ini penting untuk adaptasi selera. Sulit dilakukan adaptasi selera jika sudah terlanjur besar, contohnya banyak anak yang sulit sekali makan sayuran.

2.            Penghematan sumberdaya, harga yang harus dibayar untuk susu formula jauh diatas harga susu cair.Susu Pasteurisasi terbaik, karena diolah dengan panas rendah, tanpa pengawet, hanya saja resiko penyimpanan (masa expired singkat, harus dalam refrigerator), tidak mudah mencapai segala kalangan dan lokasi pengiriman/distribusi terbatas.Susu UHT juga baik, diolah dengan panas tinggi dengan waktu sangat singkat, tanpa pengawet, lebih tahan simpan tidak perlu refrigerator selama kemasan belum dibuka dan kemasan tidak berubah bentuk (tidak kembung/bocor).

Kalau dibandingkan dari ketiga proses pengawetan susu dengan thermal/ suhu tinggi, yang paling urutan potensi rusaknya vitamin dalam susu adalah:

1.            Pembuatan susu bubuk

2.            Pembuatan UHT

3.            PasteurisasiSehingga kenapa ada proses fortifikasi vitamin kedalam susu bubuk utk meningkatkan potensinya.Misconception yang sering terjadi, kandungan vitamin dan tambahan2an asamlemak (linoleat, linolenat,AA, DHA) susu bubuk formula lengkap sekali.Jadi seakan2 harus minum susu formula meskipun sudah diatas 1 tahun.Padahal susu bubuk formula banyak vitamin difortifikasi, untuk menggantikan banyak vitamin yang hilang dalam proses pengeringan bubuk susunya dan penggunaan campuran skimmilknya menurunkan kandungan asli vitamin larut lemak dalam susu formula.

 

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help